jump to navigation

Insentif Setahun Tak Kunjung Cair Guru Honorer Tagih Janji 14/02/2012

Posted by Admin FKGHS in Uncategorized.
Tags: , , ,
trackback
DIPONEGORO,(GM)-
Puluhan guru honorer dari Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Kota Bandung menagih janji Gubernur Jabar yang akan memberikan insentif pada tahun 2011.
Namun hingga saat ini masih banyak guru honorer yang belum menerima dana insentif sebesar Rp 100.000/bulan/guru itu. Hal tersebut mereka sampaikan dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jln. Diponegoro Bandung, Senin (13/2).

“Janjinya Gubernur akan memberi insentif bagi guru honorer hingga Rp 300.000/guru/tahun. Namun janji insentif yang besarannya Rp 100.000 saja banyak yang belum dibayarkan. Padahal janjinya dicairkan tahun 2011,” ungkap Ketua FKGH Kota Bandung, Yan Yan Herdiyan kepada wartawan di sela-sela unjuk rasa.

Menurutnya, di antara daerah yang belum mendapatkan insentif tersebut antara lain Kab. Garut, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, dan Kota Bandung.

“Kalau tidak salah ada tujuh kabupaten dan kota yang belum bisa dicairkan insentifnya. Dananya memang kecil, tapi kalau disatukan jumlahnya cukup besar. Makanya, kami datang ke sini agar insentif tersebut segera dibayarkan,” katanya.

Selain itu, pihaknya mempertanyakan data Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Dari sekitar 350.000 guru honorer di Jabar, hanya sebagian kecil yang sudah memiliki NUPTK. Pihaknya sempat menanyakan hal ini ke Dinas Pendidikan (Disdik) tapi alasannya tidak jelas. Bahkan kami menduga lambatnya proses NUPTK karena ada permainan oknum Disdik.

Di samping itu, pihaknya juga menemukan double counting. Satu nomor dipakai untuk dua orang guru. “Berarti ini ‘kan ada yang tidak benar dalam pendataan. Kami pernah meminta data guru honorer ke Disdik, tapi mereka tidak mau memberikannya. Kalau tidak ada apa-apa mengapa tidak diberikan. Dengan begini kami mengindikasikan berarti ada apa-apa dalam database NUPTK,” jelasnya.

Database kacau

Sementara itu, anggota Ketua Komisi E DPRD Jabar, Syarif Bastaman mengungkapkan pihaknya akan segera memfasilitasi untuk mempertemukan Gubernur dengan perwakilan guru honorer.

“Untuk menuntaskan masalah ini kami siap mempertemukan perwakilan guru honorer dengan Gubernur sesegera mungkin,” kata Syarif di depan puluhan guru honorer.

Anggota Komisi E DPRD Jabar lainnya, Didin Supriadin menyayangkan anggaran insentif untuk guru honorer yang belum tersalurkan semuanya. Padahal anggaran tersebut sudah dialokasikan di APBD 2011.

Selain itu, semrawutnya database guru honorer itu tidak lepas dari kekacauan database dan perencanaan di Disdik. “Dari awal kami sudah ingatkan agar Disdik Jabar membereskan database dulu sebelum melakukan kegiatan. Namun nyatanya database ini tidak beres-beres juga. Salah satu buktinya soal realisasi insentif yang dikeluhkan guru honorer,” jelas Didin.

Ia menduga tertundanya pencairan anggaran insentif bagi guru honorer dijadikan alat politik menjelang pemilihan gubernur (pilgub). “Bisa saja seperti itu. Sengaja diulur-ulur dan dicairkan dekat-dekat pilgub untuk meraih simpati masyarakat. Kami meminta, soal kesejahteraan guru jangan dipolitisasi. Keterlambatan pencairan ini akan kita pertanyakan dalam bahasan di dewan saat LKPJ nanti,” tegasnya.

sumber : http://www.klik-galamedia.com

Komentar»

1. anisa - 14/02/2012

bagaimana atuh pemerintah, jangan samapi semua masalah harus di selesaikan dengan aksi demo dan demo, kasihan para guru harus berjuang di jalanan demo begitu,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: